Meneladani Akhlaq Muhammad SAW Sebagai Bekal Membangun Pribadi Yang Unggul

Selasa, 12 November 2019

Kab Pasuruan (MTsN 1 Pasuruan) –  Maulid nabi Muhammad SAW telah tiba, seluruh umat muslim di dunia merasa bahagia menyambut kelahiran nabi akhiruz zaman ini. Bagi sebagian muslim, peringatan maulid nabi diperingati dengan berbagai macam cara, seperti membaca maulid nabi serta nasi kuning sebagai ciri khas hidangannya.

Seperti halnya yang dilakukan oleh civitas Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pasuruan (MTsN 1 Pasuruan) ini. Untuk menumbuhkan kecintaan pada baginda rosul, warga madrasah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M di Mushollah Madrasah, Senin (11/11).

Adapun tema peringatan Maulid Nabi tahun ini adalah  Meneladani Akhlaq Nabi Muhammad SAW Sebagai Bekal Membangun Pribadi Yang Unggul.  Acara peringatan maulid nabi ini dimeriahkan oleh tim sholawat nabi MTsN 1 Pasuruan, yakni grup sholawat Mahabbaturrosul yang diasuh oleh Jamal dengan lagu pembuka Isfa’lana.

Hariono, waka Kesiswaan dalam sambutannya menyampaikan agar siswa –siswi hendaknya memiliki akhlaq yang baik, seperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Dengan berbuat baik pada orang tua, guru dan sesama manusia. “Tak lupa kita semua berharap mendapatkan syafaat baginda nabi di yaumul kiamah,” kata pak Har, sapaan akrab waka kesiswaan dalama sambutan pengarahan panitia.

Dalam peringatan Maulid nabi ini menghadirkan Dai kondang asal kota Bangil, yakni KH. Rahmad Efendi. Dalam pesan mauidhohnya, Kyai humoris menyampaikan beberapa hal pesan terkait,

a. Jangan suka mengeluh

b. Banyaklah berdoa, karena ilmu dari Allah

c. Sedekah ilmu, jika ada teman yang bertanya hendaknya diberitahu.

d. Mintalah do’a orang tua, ada dua orang tua yang harus kita hormati, yakni orang tua yang melahirkan kita dan orang tua yang mengajar kita, yaitu guru kita.

“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi hal yang tidak terpisahkan dari keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hal ini dikarenakan sudah bagian dari menjadi alat pemersatu bangsa dan perjuangan bagi bangsa dan negara Indonesia,” terang waka humas, Mutiah diakhir acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *